Suasana di daerah bojonglaja ternyata jauh berbeda dengan lokasi penambangan emas rakyat di daerah-daerah lain. Di bojonglaja suasana terasa sangat tenang berbeda dengan daerah lain yang tidak lepas dari suara "merdu" gelundung yang berputar. Dari cerita rekan saya di daerah soreang lubang penambangan sudah cukup banyak akan tetapi kebanyakan penambang tidak memiliki gelundung amalgamasi jadi semua batuan emas yang di tambang di olah di rental gelundung. Hal ini sangat berbeda dengan daerah lain seperti bogor, banten, cianjur ataupun sukabumi yang hampir setiap rumah di dekat lokasi penambangan memiliki gelundung untuk pengolahan batuan emas.
Karena cuaca hujan yang kurang bersahabat saya tidak sempat naik ke lokasi penambangan dan hanya menghabiskan waktu mengobrol dengan beberapa pemahat yang sedang istirahat dan pegawai rental gelundung untuk mencari informasi lumpur yang berprospek :D
Sayang sekali saya lupa membawa kamera sehingga tidak bisa mengabadikan suasana di bojonglaja yang indah. Akan tetapi dari kunjungan kali ini saya membawa oleh-oleh unik berupa batuan emas sisa pengolahan yang terbuang di sekitar tempat rental gelundung. Berawal dari ide usil dari rekan saya yang melihat-lihat batu di sekitar tempat penumbukan, beruntung kami membawa perangkat wajib mikroskop mini. Setelah mengambil beberapa batu yang berserakan dan mengamati dengan mikroskop kami menemukan beberapa batuan dengan kandungan emas yang cukup membuat mata melotot he3 akhirnya dengan memanfaatkan mikroskop mini kami pun berhasil membawa sekantung kresek batuan emas untuk di bawa pulang, berharap dari sekantung kresek tersebut dapat menghasilkan minimal 1gram emas.Saya berharap lain kali kalau saya kembali mengunjungi bojonglaja mudah-mudahan bisa mengunjungi lubang penambangan emas serta mengabadikan suasana di san untuk rekan-rekan pembaca blog ini :)

